Derbi Super Jawa Timur

Derbi Super Jawa Timur adalah pertarungan sengit antara Arema FC (Malang) dan Persebaya Surabaya, yang menjadi simbol rivalitas dua kota besar di Jawa Timur. Pertemuan pertama mereka terjadi pada 29 Agustus 1992, namun persaingan ini semakin memanas setelah kompetisi Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia pada 1994. Demi menghindari bentrokan antar suporter (Aremania dan Bonek), kedua tim sempat dipisahkan dalam sistem dua wilayah, dan sejak 1988 berlaku aturan larangan suporter saling mengunjungi stadion. Rivalitas ini juga diwarnai insiden di luar lapangan, seperti kerusuhan pada konser Kantata Takwa (1990) dan tur Sepultura (1992) di Stadion Tambaksari. Kini, laga ini selalu dinanti sebagai ajang pembuktian gengsi untuk menentukan siapa yang terbaik di provinsi Jawa Timur.