Kalender Rowot Sasak

Kalender Rowot Sasak adalah sistem penanggalan tradisional Suku Sasak di Lombok yang menandai awal tahun baru berdasarkan kemunculan rasi bintang Rowot (Lintang Kartika) di ufuk timur saat subuh, yang biasanya muncul antara bulan Agustus hingga Desember. Nama "Rowot" diambil dari bentuknya yang menyerupai daun asam muda, sekaligus merujuk pada padi lokal berumur panjang yang berbunga tepat di waktu bintang itu muncul. Uniknya, kalender ini menggabungkan pengamatan langsung dengan metode hisab dari Kalender Hijriyah dan Jawa, menunjukkan akulturasi budaya Arab, Jawa, dan Sasak, dengan pola perhitungan 5-15-25 yang memastikan awal tahunnya selalu jatuh pada bulan Mei di tahun Masehi. Saat ini, lembaga RONTAL (Rowot Nusantara Lombok) bertanggung jawab atas perhitungan dan pencetakan kalender tersebut, termasuk melakukan pengamatan langsung yang disebut Penandoq. Selain Rowot, Suku Sasak juga memakai rasi bintang Tenggale (Orion) sebagai penanda akhir tahun dan Tegedoq Bute untuk penunjuk arah serta waktu melaut, di mana keduanya dianggap "Saling Bermeriq" atau tidak suka muncul bersamaan.