Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi Mohammad Hatta pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Momen bersejarah ini terjadi setelah Jepang menyerah kepada Sekutu akibat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, di mana Sutan Syahrir mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan agar tidak dianggap sebagai hadiah dari Jepang, meskipun Marsekal Terauchi sempat menjanjikan proklamasi pada 24 Agustus. Peristiwa ini menandai dimulainya Revolusi Nasional Indonesia melawan Belanda, yang akhirnya berujung pada pengakuan resmi kemerdekaan oleh Belanda pada tahun 1949. Keesokan harinya, Soekarno dan Hatta masing-masing diangkat sebagai presiden dan wakil presiden, serta tanggal 17 Agustus ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui keputusan pemerintah pada 18 Juni 1946. Menariknya, secara internasional PBB mengakui 27 Desember 1949 sebagai tanggal kemerdekaan, sementara Belanda baru menerima tanggal 17 Agustus 1945 secara de facto pada tahun 2005, dan bahkan sempat terjadi sengketa hukum seperti kasus pembantaian Rawagede yang menimbulkan perbedaan interpretasi sejarah.
Source: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian