Tragedi Stadion Kanjuruhan 2022
Pada 1 Oktober 2022, tragedi kelam terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, ketika sekitar 3.000 suporter Arema memasuki lapangan usai timnya kalah dari rival abadinya, Persebaya Surabaya, dalam Derbi Super Jawa Timur. Menanggapi situasi yang dianggap rusuh, aparat polisi anti huru hara menembakkan gas air mata—yang sebenarnya dilarang oleh aturan FIFA—ke arah tribun, memicu kepanikan massal dan penghimpitan kerumunan fatal di pintu keluar yang menyebabkan 135 orang tewas dan 583 lainnya cedera. Bencana ini tercatat sebagai tragedi sepak bola paling mematikan kedua di dunia setelah Tragedi Estadio Nacional 1964 di Peru, sekaligus yang terparah di Indonesia dan Asia. Penyebabnya diperparah karena permintaan polisi untuk menggelar pertandingan lebih awal dan membatasi kapasitas penonton justru diabaikan oleh ofisial Liga 1, yang tetap mencetak 42.000 tiket tanpa menyediakannya untuk pendukung tim tamu. Pada 6 Oktober, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan enam tersangka, termasuk direktur penyelenggara PT LIB, kepala keamanan Arema, panitia pelaksana, dan tiga petugas polisi atas penggunaan gas air mata, dengan persidangan pertama yang digelar pada 16 Januari 2023 di Surabaya.
Source: Tragedi Stadion Kanjuruhan 2022 — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian
Hello from Cyprus ♥️