Bumi Manusia (novel)

Bumi Manusia (This Earth of Mankind) adalah novel pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, yang ditulis saat ia mendekam di Pulau Buru dan pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada tahun 1980. Berlatar tahun 1898-1918, novel ini mengisahkan Minke, seorang pemuda pribumi cerdas yang bersekolah di HBS, serta perjuangannya melawan ketidakadilan kolonial dan budaya Jawa yang mengekang, termasuk kisahnya bersama Nyai Ontosoroh yang gigih belajar untuk diakui sebagai manusia. Melalui tokoh-tokohnya, Pramoedya menekankan bahwa belajar adalah senjata utama untuk melawan kebodohan, kemiskinan, dan penghinaan, yang mampu mengubah nasib seseorang. Meski sukses besar dengan 10 kali cetak ulang dalam setahun, buku ini dilarang beredar oleh Jaksa Agung setahun kemudian, namun tetap diterjemahkan ke dalam 33 bahasa hingga tahun 2005. Setelah bebas pada April 1980, Pramoedya bersama Hasjim Rachman dan Joesoef Isak berjuang menerbitkan naskah yang diselamatkan dari Pulau Buru, dan berhasil menyalin ulang dalam tiga bulan sebelum akhirnya dicetak pada Juli 1980. Karya ini menjadi salah satu mahakarya sastra Indonesia yang menggambarkan secara hidup kondisi pemerintahan kolonial Belanda dan awal mula kebangkitan nasional.