Toba Pulp Lestari

PT Toba Pulp Lestari Tbk (sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama) adalah perusahaan pulp yang didirikan oleh pengusaha Sukanto Tanoto pada 26 April 1983, dan mulai beroperasi komersial pada 1 April 1989 di dekat Sungai Asahan, Sumatera Utara. Sejak awal, perusahaan ini kontroversial karena dituduh menyebabkan pencemaran tanah, deforestasi besar-besaran, dan perampasan tanah warga, serta memiliki hubungan erat dengan keluarga Soeharto (termasuk putranya) yang membuat aktivitasnya kebal hukum. Puncak konflik terjadi setelah era Orde Baru, ketika demonstrasi berakhir dengan bentrokan yang menewaskan enam orang pada 1999, sehingga Presiden Habibie menghentikan sementara operasi pabrik pada 19 Maret 1999 dan memerintahkan audit independen yang tak pernah terealisasi. Meski sempat bermasalah, sahamnya tetap tercatat di BEI dengan kode INRU sejak IPO pada 16 Mei 1990, dan kepemilikan mayoritasnya berpindah dari Pinnacle Company Pte. Ltd. ke Allied Hill Limited (Hong Kong) pada akhir 2025. Hingga kini, dampak lingkungan dan sosial dari pabrik pulp pertama di Indonesia ini masih menjadi catatan kelam dalam sejarah industri nasional.