Letusan Krakatau 1883

Berikut ringkasan komprehensif tentang letusan Gunung Krakatau pada 1883, salah satu bencana vulkanik paling dahsyat dalam sejarah. Antara Mei dan Oktober 1883, pulau vulkanik di Selat Sunda ini mengalami serangkaian letusan, yang memuncak pada 27 Agustus ketika ledakan dahsyat berkekuatan VEI 6 menghancurkan 70% pulau dan membentuk kaldera. Ledakan ketiga pada pukul 10.02 pagi tercatat sebagai suara paling keras yang pernah terdengar, terdengar hingga 4.800 km di Rodrigues, dan gelombang tekanan akustiknya mengelilingi bumi tiga kali. Letusan ini memicu tsunami yang menewaskan sedikitnya 36.417 orang, dengan dampak global yang terasa selama berminggu-minggu. Aktivitas awal dimulai pada 20 Mei dengan letusan uap di Perboewatan, lalu meningkat drastis pada 26-27 Agustus, termasuk gempa yang terasa hingga Australia. Penyelidikan oleh Rogier Verbeek kemudian memvalidasi bahwa laporan aktivitas setelah Oktober 1883 tidak terbukti, menjadikan peristiwa ini pelajaran penting tentang kekuatan alam.