Kontroversi yang melibatkan Prabowo Subianto

Prabowo Subianto, Presiden ke-8 Indonesia, memiliki karier militer dan politik yang dipenuhi kontroversi, mulai dari dugaan pelanggaran HAM hingga isu kudeta. Pada era Orde Baru, ia terlibat konflik dengan Jenderal L.B. Moerdani, termasuk tuduhan upaya penculikan pada 1983 dan perannya dalam mengganti Moerdani dari jabatan Panglima ABRI pada 1988. Ia juga dituduh terlibat pelanggaran HAM di Timor Timur, seperti pembantaian Kraras (1983) dan penembakan di Baucau (1989), yang memicu tuntutan pengadilan internasional, meski ia selalu membantahnya. Kontroversi berlanjut saat ia diberhentikan dari militer akibat konflik dengan Presiden BJ Habibie, dan kembali mencuat selama pencalonannya di Pilpres 2014, 2019, dan 2024 serta masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan. Meski menghadapi banyak tuduhan, Prabowo konsisten membantah semua klaim tersebut, menjadikannya salah satu figur paling kontroversial namun berpengaruh dalam politik Indonesia.