Perubahan iklim di Bangladesh
Bangladesh merupakan salah satu negara paling rentan terhadap perubahan iklim, menempati peringkat ketujuh dalam Indeks Risiko Iklim Germanwatch edisi 2020 untuk periode 1999–2018. Kerentanan ini dipicu oleh topografinya yang datar dan rendah di kawasan delta, serta faktor sosial-ekonomi seperti kepadatan penduduk tinggi (174 juta jiwa) dan ketergantungan besar pada sektor pertanian. Dampak yang mengancam meliputi kenaikan muka air laut yang diproyeksikan naik 0,30 meter pada 2050 (mengungsikan 0,9 juta orang) dan 0,74 meter pada 2100 (mengungsikan 2,1 juta orang), serta peningkatan frekuensi siklon, banjir, dan kekeringan. Untuk mengatasinya, pemerintah meluncurkan Rencana Delta Bangladesh 2100 pada 2018, namun hingga 2020 rencana tersebut belum mencapai target awal, masih menyisakan 80 juta orang berisiko banjir. Negara ini juga sangat rendah (hanya 10% daratan berada di atas 1 meter permukaan laut) dan dilalui sistem sungai raksasa (Brahmaputra, Gangga, dan Meghna), sehingga mengalami 219 bencana alam antara tahun 1980–2008. Wilayah Pesisir Bangladesh (BCZ) seluas 47.201 km² sangat rentan terhadap siklon tropis dan gelombang badai yang diproyeksikan akan semakin meningkat intensitasnya akibat perubahan iklim.
Source: Perubahan iklim di Bangladesh — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian