Indika Group

Indika Group didirikan pada 1996 oleh Agus Lasmono Sudwikatmono, keponakan Presiden Soeharto dan putra konglomerat Sudwikatmono, yang awalnya berfokus pada bisnis media dan informatika—sesuai singkatan namanya, Industri Multimedia dan Informatika—seperti produksi sinetron (Indika Entertainment) dan radio (Indika FM). Bisnis ini membesar drastis setelah krisis ekonomi 1997-1998 melanda perusahaan ayahnya, sehingga banyak aset keluarga seperti saham SCTV dan berbagai usaha ritel dialihkan ke dalam naungan Indika Group. Pada 2004, perusahaan terjun ke industri batubara dengan mengakuisisi PT Kideco Jaya Agung senilai US$150 juta, dan disusul akuisisi Petrosea pada 2009, menjadikannya salah satu raksasa pertambangan terbesar di Indonesia. Di sisi lain, Agus sempat kembali ke dunia penyiaran pada 2013 dengan menggandeng Wishnutama untuk meluncurkan NET TV, namun sahamnya akhirnya dilepas pada 2024 kepada Manoj Punjabi (yang kini menjadi MDTV), menandai keluarnya Indika secara resmi dari sektor media penyiaran. Saat ini, Indika Group berfokus penuh pada sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur melalui anak usaha utamanya seperti PT Indika Energy Tbk, serta berbagai unit pendukung di bidang logistik, properti, dan teknologi.