Krisis energi global 2021–2022
Krisis energi global 2021–2022 merupakan gangguan pasokan sumber daya energi yang berawal dari dampak pandemi Covid-19 dan semakin memburuk setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Pandemi memicu penurunan investasi energi hingga 20% (Tiongkok 12%, AS 25%, Uni Eropa 17%) serta penurunan harga minyak dan listrik, contohnya di Jerman yang turun drastis dari 37,37 euro/Mwh (2019) menjadi 17,60 euro/Mwh. Invasi Rusia, yang merupakan pengekspor bahan bakar fosil terbesar, menyebabkan kelangkaan gas alam, mendorong transisi energi, dan memaksa sejumlah negara Eropa mengaktifkan kembali pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Krisis ini juga diperparah oleh abnormalitas iklim akibat pemanasan global yang mengganggu sumber energi terbarukan, serta memicu krisis pangan yang mengancam jutaan orang di berbagai negara. Dampak signifikan lainnya termasuk penurunan penjualan kendaraan bermotor hingga 50-80% di India, AS, dan Tiongkok, serta penurunan pemasangan panel surya di AS sebesar 18% akibat gangguan rantai pasok.
Source: Krisis energi global 2021–2022 — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian
Hello from Cyprus ♥️