Bantuan langsung tunai

Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah program bantuan pemerintah berupa pemberian uang tunai atau bantuan lain, baik bersyarat maupun tak bersyarat, yang ditujukan untuk masyarakat miskin. Program ini pertama kali diprakarsai di Brasil pada 1990-an dengan nama Bolsa Familia oleh presiden Luiz Inácio Lula da Silva, dan berhasil menolong sekitar 26 persen penduduk miskin di negara tersebut hingga 2011, sehingga kemudian ditiru oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, BLT pertama kali digulirkan pada Oktober 2005 sebagai respons atas kenaikan harga BBM akibat pemotongan subsidi, diprakarsai oleh Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono, dengan target 19,2 juta keluarga miskin. Program ini kembali dijalankan pada 2008, lalu pada 2013 berganti nama menjadi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dengan anggaran 3,8 triliun rupiah untuk 18,5 juta keluarga (Rp100 ribu per bulan). Selain BLT tak bersyarat, pemerintah juga menjalankan Program Keluarga Harapan (PKH) yang bersyarat, yaitu mengharuskan keluarga miskin menyekolahkan anak dan melakukan cek kesehatan rutin untuk menerima dana tunai selama enam tahun. Meski dianggap sukses oleh sebagian kalangan, program ini juga tak lepas dari kontroversi dan kritik, terutama terkait data penerima dan efektivitasnya dalam jangka panjang.