Krisis minyak 1973
Pada Oktober 1973, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Arab (OAPEC) yang dipimpin Raja Faisal dari Arab Saudi memberlakukan embargo minyak terhadap negara-negara pendukung Israel, seperti AS, Inggris, dan Jepang, selama Perang Yom Kippur. Embargo ini memicu krisis minyak pertama yang melonjakkan harga minyak global hampir 300%, dari US$3 menjadi hampir US$12 per barel, dan berlangsung hingga Maret 1974. Upaya diplomasi AS, termasuk kunjungan Henry Kissinger ke Riyadh pada November 1973, gagal karena Raja Faisal menolak bernegosiasi, dengan keyakinan kuat bahwa Israel dan Uni Soviet (Komunisme) bersekongkol melawan Islam, bahkan ia mempercayai pemalsuan The Protocols of the Elders of Zion. Faisal menuduh AS bias dan menganggap Zionisme sebagai alat Komunis, sehingga embargo tetap berlanjut meskipun ada janji sikap "adil" dari Kissinger. Embargo berakhir pada Maret 1974, namun dampaknya melahirkan perubahan besar dalam politik dan ekonomi global, dan dikenang sebagai "kejutan minyak pertama" yang disusul krisis 1979. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana kekuatan sumber daya alam dapat digunakan sebagai senjata geopolitik, sekaligus mengungkap ideologi kuat Raja Faisal yang memengaruhi kebijakan Timur Tengah.
Source: Krisis minyak 1973 — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian