Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat, yang juga dikenal dengan nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, berdiri megah di Jalan Chatib Sulaiman, Padang, dengan desain unik karya arsitek Rizal Muslimin yang memenangi sayembara pada 2006. Berbeda dari masjid pada umumnya, bangunan ini tidak berkubah melainkan berbentuk persegi yang melancip di sudut-sudutnya, terinspirasi dari bentangan kain Nabi Muhammad saat mengusung Hajar Aswad sekaligus merepresentasikan gonjong rumah adat Minangkabau. Ide pembangunannya berawal pada 2005 setelah tidak ada masjid yang "representatif" untuk salat Jumat saat pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia pada 2006, sehingga Gubernur Gamawan Fauzi mendorong terwujudnya masjid sebagai Islamic Center. Proyek ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 dan resmi selesai pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp330 miliar, lebih rendah dari rencana induk Rp500 miliar. Proses pembangunannya sempat terhambat karena gempa 2009 yang mengalihkan bantuan Arab Saudi untuk rekonstruksi, serta pada 2015 Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemangkasan anggaran sehingga penyelesaiannya tidak sesuai rencana induk. Kini, masjid dengan ruang salat utama di lantai atas (elevasi enam meter) yang dijangkau via bidang miring ini menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Sumatra Barat.