Babiola

Babiola adalah seni pertunjukan tutur lisan khas Minangkabau yang berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan, dari perbatasan Provinsi Bengkulu hingga Kota Padang, di mana cerita dituturkan secara berirama dengan iringan biola dan identik dengan irama sedih yang disebut ratok sikambang. Kesenian ini dipengaruhi oleh kedatangan bangsa Portugis pada abad ke-16, yang memperkenalkan alat musik viol, yang kemudian diadopsi para seniman lokal untuk mengiringi penuturan kaba (cerita rakyat). Pertunjukan babiola umumnya digelar pada malam hari sekitar pukul 20.00 hingga 04.30 WIB untuk memeriahkan berbagai acara, seperti pernikahan, khitanan, khatam Qur'an, hingga kegiatan adat dan pemerintahan. Selain berfungsi sebagai hiburan utama, kesenian ini menjadi sarana penguat dan transformasi nilai-nilai budaya, dengan mayoritas cerita yang berkisah tentang penderitaan dan kesedihan untuk membangun empati. Keunikan lainnya, para tukang babiola tidak bergantung pada alat impor karena mereka mampu membuat biolanya sendiri sesuai tradisi lokal, menjadikannya seni yang otentik dan mandiri.