Salsa Erwina Hutagalung

Salsa Erwina Hutagalung (lahir 23 Maret 1992) adalah diaspora Indonesia di Aarhus, Denmark, yang dikenal sebagai pembuat konten dan pembawa siniar pengembangan diri populer "Jadi Dewasa 101". Sebelum aktif di media sosial, ia adalah lulusan terbaik Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK 3,81 pada 2014 dan sempat bekerja sebagai analis manajemen strategis di perusahaan turbin angin Denmark, Vestas. Namanya melejit pada Agustus 2025 setelah secara berani menantang debat terbuka Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, sebagai respons atas cuitannya tentang istilah "orang tolol sedunia" yang menyinggung tuntutan pembubaran DPR. Sahroni menolak tantangan tersebut, sementara Salsa mengaku mendapatkan intimidasi terhadap keluarganya oleh tim lawan, sehingga ia mencari dukungan internasional. Bersama para pemengaruh seperti Andovi da Lopez, Jerome Polin, dan organisasi sipil seperti YLBHI, ia kemudian menyusun dokumen "17+8 Tuntutan Rakyat" yang mengonsolidasikan aspirasi publik di tengah demonstrasi besar-besaran pada tahun itu. Langkahnya ini menjadikannya ikon penting aktivisme digital Indonesia yang menggabungkan wawasan akademis, kompetensi retorika, dan kecakapan media sosial.