Danantara

Danantara Indonesia (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara) merupakan lembaga pengelola dana investasi pemerintah yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 dengan kapasitas mengelola aset lebih dari US$ 900 miliar. Nama yang berarti "energi masa depan Indonesia" tersebut diberikan langsung oleh Prabowo, dan badan ini beroperasi melalui dua perusahaan induk, yaitu Danantara Asset Management dan Danantara Investment Management.

Dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani sebagai Direktur Utama, Danantara menyerap mayoritas saham Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) serta Bahana Mitra Investa pada bulan Maret dan Juli 2025 untuk membentuk struktur holding operasional dan investasinya. Pada 20 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Prabowo mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang berstatus BUMN khusus, bertugas mengelola hilirisasi dan ekspor komoditas sumber daya alam dalam satu pintu guna memberantas praktik transfer pricing dan under-invoicing yang merugikan devisa negara. Struktur pengawasan tertinggi badan ini dikoordinasi oleh Presiden, dengan Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas serta mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo sebagai Dewan Pengarah, menegaskan posisinya sebagai institusi kunci dalam strategi ekonomi nasional. Melalui tagline "Melayani Sepenuh Hati" yang diluncurkan pada Oktober 2025, Danantara menargetkan pengelolaan aset negara secara profesional dan transparan demi masa depan Indonesia yang lebih maju.