Bank Central Asia
Bank Central Asia (BCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan kapitalisasi pasar, yang didirikan pada 21 Februari 1957 (awalnya merupakan perusahaan tekstil pada 1955) dan pernah menjadi bagian dari Grup Salim di bawah kepemimpinan Sudono Salim dan Mochtar Riady. Setelah mengalami bank run akibat krisis moneter 1998, pemerintah mengambil alih BCA dengan kepemilikan 92,8%, lalu melepas sahamnya melalui IPO pada 31 Mei 2000 dan penjualan sekunder pada 2001, sebelum akhirnya konsorsium Farindo Investment (terkait Djarum) membeli 51% saham pada 15 Maret 2002. Sejak 2016-2017, kendali BCA berpindah ke keluarga Hartono melalui PT Dwimuria Investama Andalan, yang kini memegang 54,94% saham pengendali. Hingga akhir 2025, BCA membukukan aset sebesar Rp 1.586,8 triliun dengan laba bersih Rp 57,5 triliun, melayani lebih dari 43 juta rekening dan memproses 115 juta transaksi per hari, didukung sekitar 1.270 kantor cabang dan 20.163 ATM. Kini BCA mengadopsi strategi hybrid banking dengan memperkuat kanal digital seperti KlikBCA, m-BCA, dan myBCA, namun tetap menambah jaringan fisik secara selektif untuk membangun kepercayaan nasabah.
Source: Bank Central Asia — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian
Hello from Cyprus ♥️