Piala Dunia FIFA 1990
Piala Dunia FIFA 1990 di Italia diwarnai oleh dominasi taktik bertahan ala catenaccio dan secara luas dianggap sebagai salah satu turnamen terburuk sepanjang sejarah, karena hanya menghasilkan rata-rata 2,21 gol per pertandingan (rekor terendah) serta memecahkan rekor 16 kartu merah. Turnamen ini dimenangkan oleh Jerman Barat untuk ketiga kalinya setelah mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0 di Stadion Olimpico, Roma, yang merupakan ulangan final 1986, sementara Italia dan Inggris finis ketiga dan keempat setelah keduanya tersingkir lewat adu penalti di semifinal.
Turnamen ini menjadi momen bersejarah sebagai edisi terakhir Jerman Barat sebelum reunifikasi dengan Jerman Timur pada Oktober, sekaligus debut bagi Kosta Rika, Irlandia, dan Uni Emirat Arab, di mana Kamerun yang dimotori Roger Milla membuat kejutan besar sebagai tim Afrika pertama yang tembus perempat final. Kekurangan gol dan permainan yang terlalu defensif memaksa perubahan besar dalam aturan, yaitu diperkenalkannya aturan back-pass pada 1992 dan sistem tiga poin untuk sebuah kemenangan demi mendorong permainan menyerang dan meningkatkan minat penonton.
Selain itu, bola resmi yang digunakan adalah Adidas Etrusco Unico, lagu resminya berjudul To Be Number One, dan di Indonesia seluruh laga disiarkan langsung oleh TVRI. Semifinal yang menegangkan menghasilkan adu penalti, di mana Jerman Barat menyingkirkan Inggris (4-3) dan Argentina mengalahkan tuan rumah Italia, sebelum Jerman Barat kembali tampil sebagai juara dunia.
Source: Piala Dunia FIFA 1990 — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian
Hello from Cyprus ♥️