Barack Obama

Barack Obama lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawaii, dan menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44—sekaligus menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang menempati jabatan tersebut. Setelah lulus dari Columbia dan Harvard Law School (di mana ia menjadi presiden Harvard Law Review), ia bekerja sebagai pengacara hak-hak sipil dan pengajar hukum konstitusi di Chicago, sebelum akhirnya meraup perhatian nasional pada 2004 lewat kemenangan pemilihan Senat untuk Illinois dan pidato mengecoh di Konvensi Nasional Demokrat.

Pada 2008, ia menangkan nominasi Partai Demokrat melawan Hillary Clinton dan kemudian mengalahkan kandidat Republik John McCain pada pemilihan umum, lalu resmi dilantik pada 20 Januari 2009. Sembilan bulan kemudian, ia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2009; dan pada November 2012 ia terpilih kembali usai mengalahkan Mitt Romney. Di masa jabatannya, dia menandatangani sejumlah undang-undang ikonik seperti Affordable Care Act (ACAA) sebagai respon atas resesi 2007-2009, serta berhasil mengakhiri peran militer di Irak, menandatangani perjanjian New START dengan Rusia, dan memulihkan operasi yang menewaskan Osama bin Laden. Ia juga menjadi presiden AS pertama yang mendukung pernikahan sesama jenis secara terbuka pada Mei 2012.

Kehidupan pribadinya menarik: lahir dari ayah Kenya dan ibu Kansas, ia tinggal di Indonesia bersama ayah ibu Lolo Soetoro setelah orang tuanya bercerai—sebelum akhirnya kembali ke Hawaii dan mengakhiri pendidikan tingkat tinggi. Ayahnya, Barack Obama Sr., yang lulus beasiswa dari Harvard, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas pada 1982, sementara ibunya, Stanley Ann Dunham, berjuang sebagai penerus kebangsaan Inggris. Pencapaian-pencapaiannya menjadikannya tokoh dunia yang dinamis, dari aktivis kampus hingga pemimpin negeri superpower dengan warisan besar di bidang kesehatan, ekonomi, dan keamanan global.