Gerhana bulan

Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan purnama berada sejajar dengan Bumi dan Matahari, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan dan membuatnya tampak merah seperti bulan darah akibat cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi. Berbeda dengan gerhana Matahari yang terbatas dan singkat, gerhana Bulan dapat disaksikan dari seluruh sisi malam Bumi, berlangsung hingga hampir dua jam, dan aman untuk diamati dengan mata telanjang. Tidak semua bulan purnama menghasilkan gerhana, karena orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap bidang ekliptika, sehingga hanya terjadi saat Bulan berada di titik node, menghasilkan tiga jenis: total, sebagian, dan penumbra. Peristiwa ini juga memiliki makna keagamaan bagi umat Islam, yang disunahkan untuk melaksanakan salat khusus bernama khusuf ketika gerhana berlangsung. Bagi para astronom dan masyarakat Indonesia, momen besar berikutnya adalah gerhana bulan total yang akan melintasi seluruh Indonesia pada 3 Maret 2026.