Evergrande Group

Evergrande Group (sebelumnya Hengda Group) adalah pengembang properti terbesar kedua di Tiongkok yang menempati peringkat ke-122 dunia dalam Fortune Global 500 2021, berbasis di Guangdong dan menyasar pembeli kelas menengah ke atas. Pada September 2021, perusahaan mulai menghadapi kebangkrutan setelah analis memperingatkan risiko kehabisan uang untuk membayar utangnya yang mencapai 2 triliun RMB (310 miliar USD) per Juni 2021. Krisis likuiditas ini sempat memicu penurunan tajam berbagai indeks pasar saham global pada 20 September 2021 akibat kewajiban pembayaran utang yang sangat besar. Menariknya, pada 2016, pengadilan Hong Kong sempat melarang short seller Andrew Left dari Citron Research berdagang selama lima tahun karena laporan kritisnya tentang Evergrande pada Juni 2012, yang memicu perdebatan soal kebebasan berbicara di pasar keuangan. Ketidakmampuan membayar ratusan miliar dolar pada musim panas 2021 ini menjadi simbol gejolak besar sektor properti Tiongkok dan mengguncang kepercayaan investor global.