Pelabuhan Samudera
Berikut adalah ringkasan komprehensif dari artikel tersebut dalam Bahasa Indonesia:
Pelabuhan Samudera Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, dibangun sebagai pengganti Pelabuhan Yos Sudarso yang sudah tidak memadai karena kapasitas lapangan penumpukannya hanya 130.000 TEUs per tahun, padahal trafik pada 2009 sudah mencapai 166.000 TEUs. Proyek ini unik karena merupakan sinergi tiga pihak—Pemerintah Kota Samarinda, Pelindo IV, dan PT Samudera Indonesia Tbk—dengan skema Public Private Partnership (PPP) dan konsesi BOT selama 50 tahun, yang pertama terjadi di Indonesia. Berdasarkan studi JICA pada tahun 2000, lokasi di Kelurahan Bukuan dipilih karena potensi pertumbuhan kargo diproyeksikan mencapai 220.000 TEUs pada 2015, dengan investasi total Rp. 550 miliar untuk membangun dermaga beton sepanjang 270 meter dan tiga buah trestle. Penandatanganan kesepakatan dilakukan pada 20 Juli 2007 di hadapan Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal, dan terminal ini kini dioperasikan oleh anak perusahaan Samudera Indonesia dengan peralatan canggih seperti 2 unit Container Crane dan 5 unit RTG produksi Doosan yang mampu mencapai produktivitas 24 kotak per jam. Dengan menggunakan sistem informasi ETOS (Electronic Terminal Operation System), pelabuhan ini diharapkan menjadi pintu gerbang utama logistik dari Samarinda dan kawasan Hulu Mahakam menuju Surabaya dan Jakarta, menggantikan peran pelabuhan lama yang lokasinya akan tertutup oleh pembangunan Jembatan Mahkota II.
Source: Pelabuhan Samudera — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian