Gempa bumi Yogyakarta 2006

Gempa bumi Yogyakarta 2006 (juga disebut Gempa Bumi Bantul) terjadi pada 27 Mei 2006 pukul 05.53 WIB, dengan kekuatan sekitar 5,9–6,3 skala Richter, dan episentrumnya berada dekat Pundong. Guncangan berlangsung 57 detik dan diduga dipicu oleh pergeseran Sesar Opak. Bencana ini menewaskan sekitar 5.778–6.234 orang, terutama di Kabupaten Bantul dan Klaten, karena banyak rumah dengan konstruksi rapuh dan kejadiannya berlangsung saat pagi hari ketika warga masih tertidur. Lebih dari 800.000 orang kehilangan tempat tinggal, serta kerugian finansial ditaksir mencapai Rp29,1 triliun. Karena wilayah Yogyakarta berada di zona tektonik yang sangat aktif, gempa ini tercatat sebagai salah satu peristiwa gempa paling mematikan di dunia pada abad ke-21.