Vaksin virus Epstein-Barr
Hingga 2024, belum tersedia vaksin untuk virus Epstein-Barr (EBV), virus yang menyebabkan demam kelenjar dan diduga kuat menjadi pemicu sklerosis multipel. Tantangan utamanya adalah sifat virus yang dual-tropik (menginfeksi sel B dan sel epitel) serta perbedaan protein yang diekspresikan pada fase litik dan laten, sementara obat antivirus terbukti tidak efektif, mahal, dan berisiko menimbulkan efek samping. Uji klinis awal (2006–2008) menargetkan protein Gp350/220 yang hanya memblokir infeksi sel B, namun pada April 2018 ditemukan antibodi manusia pertama bernama AMMO1 yang memblokir glikoprotein gH/gL dan berhasil menetralkan infeksi pada kedua jenis sel—sebuah terobosan paling menjanjikan. Pada 2021, Moderna mengumumkan dua kandidat vaksin mRNA, yaitu mRNA-1189 (profilaksis) yang mengkode lima glikoprotein untuk menghambat masuknya virus ke sel B dan epitel, serta mRNA-1195 (terapeutik) untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Uji klinis Fase I untuk mRNA-1189 dimulai pada 5 Januari 2022, disusul mRNA-1195 pada awal 2023, menandai langkah konkret menuju vaksin EBV yang efektif dan menyeluruh.
Source: Vaksin virus Epstein-Barr — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian