Konfrontasi Indonesia–Malaysia

Berikut adalah ringkasan komprehensif artikel Wikipedia tentang Konfrontasi Indonesia–Malaysia dalam Bahasa Indonesia:

Konfrontasi Indonesia–Malaysia (atau Konfrontasi Borneo) adalah konflik bersenjata yang berlangsung dari 1963 hingga 1966, dipicu oleh penolakan keras Presiden Soekarno terhadap pembentukan Federasi Malaysia yang menggabungkan Malaya, Singapura, serta koloni Inggris di Sabah dan Sarawak pada September 1963. Konflik yang tidak diumumkan ini sebagian besar terjadi di perbatasan Kalimantan, ditandai dengan pertempuran darat skala kecil (kompi/peleton) yang terkendali, patroli hutan jarak jauh, serta dukungan vital dari udara dan angkatan laut, di mana Malaysia didukung Inggris, Australia, dan Selandia Baru sementara Indonesia mendapat dukungan dari Uni Soviet dan Tiongkok dalam konteks Perang Dingin. Sebagai respons terhadap infiltrasi yang meningkat, Inggris meluncurkan operasi rahasia Operasi Claret, dan Indonesia bahkan memperluas serangan ke Malaysia Barat pada 17 Agustus 1964, meski gagal secara militer. Titik balik terjadi setelah kudeta Oktober 1965 yang menggulingkan Soekarno dan mengangkat Jenderal Soeharto, yang meredakan intensitas konflik secara drastis. Negosiasi damai akhirnya dimulai pada Mei 1966 dan berpuncak pada penandatanganan kesepakatan final pada 11 Agustus 1966, di mana Indonesia secara resmi mengakui Malaysia, mengakhiri perselisihan secara damai dan menandai salah satu babak penting Perang Dingin di Asia Tenggara.