Vivo Energy Indonesia
Berikut adalah ringkasan komprehensif dalam Bahasa Indonesia:
Vivo Energy Indonesia adalah perusahaan hilir minyak dan gas yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Vitol (perusahaan dagang migas asal Belanda dan Swiss), yang sejak Oktober 2017 resmi mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bermerek VIVO di wilayah Jabodetabek dan Bandung, menawarkan produk bensin Revvo 90, 92, dan 95, serta diesel Primus Plus Diesel 51. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Nusantara Energy Plant Indonesia (NEPI) dan sempat menuai sorotan pada 2017 karena muncul dalam dokumen Paradise Papers, di mana nama Prabowo Subianto disebut pernah menjabat sebagai direktur di perusahaan induknya, meskipun ia membantah keterlibatan tersebut. Sempat mengalami kendala izin saat pertama kali beroperasi, perusahaan ini baru diresmikan oleh Menteri ESDM saat itu, Ignasius Jonan, yang menandai dimulainya era penjualan BBM ritel swasta berskala besar di Indonesia. Kontroversi lain terjadi pada 2022 ketika produk Revvo 89 dijual dengan harga lebih murah dari Pertalite, yang sempat membuat stoknya ludes; namun, setelah pemerintah mendesain kenaikan harga, akhirnya penjualan Revvo 89 secara resmi dihentikan pada 1 Januari 2023 karena regulasi mengharuskan kadar oktan (RON) minimal 90. Kini, VIVO hanya berfokus pada produk dengan RON 90 ke atas, memperkuat kehadirannya di pasar bahan bakar ritel Indonesia.Berikut adalah ringkasan komprehensifnya:
Vivo Energy Indonesia merupakan perusahaan hilir minyak dan gas yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Vitol (perusahaan dagang migas asal Belanda dan Swiss), dan sejak Oktober 2017 resmi mengoperasikan SPBU bermerek VIVO di wilayah Jabodetabek dan Bandung, menawarkan produk bensin Revvo 90, 92, dan 95 serta diesel Primus Plus Diesel 51. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Nusantara Energy Plant Indonesia (NEPI) dan sempat terdaftar dalam dokumen Paradise Papers pada 2017 akibat jejak perusahaan induknya di Bermuda, yang saat itu juga menghubungkan nama Prabowo Subianto sebagai mantan direktur—sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh pihak Prabowo. Awal operasional SPBU VIVO sempat tertunda karena masalah administrasi, namun berhasil diresmikan langsung oleh Menteri ESDM saat itu, Ignasius Jonan, di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur. Kontroversi besar terjadi pada 2022, ketika harga Revvo 89 sempat lebih murah dari Pertalite, menyebabkan stoknya cepat habis, lalu perusahaan dua kali menaikkan harga setelah desakan pemerintah sehingga menuai kritik dari ekonom, hingga akhirnya penjualan Revvo 89 dihentikan secara total pada 1 Januari 2023 sesuai aturan Menteri ESDM yang mengharuskan kadar oktan (RON) minimum 90. Kini, Vivo Energy terus berfokus pada segmen hilir dengan patuh terhadap regulasi harga dan kualitas bahan bakar, sekaligus memperluas jaringannya dalam industri migas yang kompetitif. Ini adalah operasi yang menggeliat, dengan sejarah yang penuh lika-liku antara gugatan administrasi, tantangan pasar, hingga isu-isu besar dokumen internal.
Source: Vivo Energy Indonesia — Wikipedia · Summary by RollWiki AI · Language: Indonesian
Hello from Cyprus ♥️