Garuda Indonesia Penerbangan 152

Garuda Indonesia Penerbangan GA 152 merupakan salah satu tragedi penerbangan terburuk dalam sejarah Indonesia, di mana pesawat Airbus A300-B4 rute Jakarta–Medan jatuh di kawasan Buah Nabar, Sibolangit, pada 26 September 1997. Kecelakaan yang terjadi sekitar 32 km dari Bandara Polonia ini menewaskan seluruh 234 orang di dalamnya, menjadikannya musibah paling mematikan di tanah air. Saat kejadian, kota Medan sedang diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan, yang kemudian diperparah dengan kebingungan antara pengawas lalu lintas udara dan pilot terkait instruksi belokan, karena ada kemiripan nomor penerbangan dengan Merpati 152. Investigasi resmi menyimpulkan bahwa pesawat turun di bawah ketinggian aman (2.000 kaki) dan keliru berbelok ke kanan, sehingga sayapnya menabrak pohon di lereng perbukitan yang menghancurkannya. Para korban sebagian besar warga Indonesia, namun juga melibatkan warga asing seperti Jepang, Jerman, dan Amerika; di antara korban terdapat Direktur Utama PT Indri Indorayon Utama, Yanto Tanoto, serta dua wartawan Liputan 6 SCTV. Setelah musibah ini, 48 jenazah yang tak teridentifikasi dimakamkan di Monumen Buhatan, bersanding dengan korban kecelakaan Fokker F28 Garuda pada tahun 1979.