Sejarah astrologi

Astrologi adalah praktik meramal nasib berdasarkan pengamatan benda langit yang dulunya dianggap bagian dari sains, namun kini dinilai bertentangan dengan kaidah ilmiah modern. Praktik ini berakar dari zaman prasejarah, dengan bukti tertua berupa guratan fase bulan di tulang dan dinding gua sekitar 25.000 tahun lalu, yang kemudian berkembang seiring kemajuan pertanian pada zaman Neolitikum. Referensi tertulis tertua berasal dari peradaban Mesopotamia, seperti catatan observasi Venus pada masa pemerintahan Raja Sargon (2334-2279 SM) dan pertanda astrologi untuk Raja Gudea dari Lagash (2144-2124 SM). Tradisi astrologi juga berkembang pesat di berbagai peradaban lain, termasuk Yunani Kuno, India (yang bertahan selama 2.000 tahun), Tiongkok, dan Mesoamerika, yang mengaitkan aspek sosial-religius dengan pergerakan langit. Para penggiatnya percaya bahwa memahami pengaruh planet dan bintang dapat memperkirakan takdir individu, kelompok, bahkan negara, sehingga kajian sejarahnya kini dipahami melalui etnoastronomi.